Berobat di Klinik Rumah Sehat Mandiri Sundari Sembuh Dari Kanker Payudara

 

Dua tahun menderita kanker payudara, sundari tidak pernah menyerah. Perempuan 59 tahun itu bertekad untuk sembuh setelah menjalani 19 kali kemoterapi. Dia ingin menyaksikan anak-cucunya sukses.

 
 ANTON SAPUTRA

RUMAH bercat kuning di ujung kampung RT 2, RW 1, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, tampak ramai. Tepat di depannya terdapat sebuah warung. Seorang ibu duduk di ruang tamu. Perempuan berhijab tersebut terdiam sendiri. Ketika ditanya, Sundari baru menjawab. Di balik hijabnya, tepat di bawah leher, ada benjolan yang menjulang. Itulah kanker payudara yang diderita Sundari.

Sejak dua tahun lalu penyakit ganas itu menyerang tubuhnya, tepatnya awal 2019. Sundari tidak menyadari ada kanker yang tumbuh di payudaranya. Awalnya, benjolan yang ditemukan hanya sebesar kelereng. ’’Sudah curiga. Tapi, belum diperiksakan,’’ ujar hartatik, putri Sundari, Senin (24/4).


Kecurigaan Hartatik semakin kuat. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu tiga bulan, benjolan di dada Sundari sudah sebesar kepala bayi. Keluarga pun cemas. Sundari kemudian dibawa ke RSUD Ibnu Sina untuk menjalani pemeriksaan mamografi pada Maret 2019.

Hasilnya mengejutkan. Sundari dinyatakan positif menderita kanker payudara. Keluarga memberikan saran untuk menjalani operasi pengangkatan payudara (masektomi). Namun, Sundari mengatakan belum siap. Dia trauma karena punya pengalaman merawat mertuanya yang menderita penyakit serupa.

Meski Sundari sempat menolak, anak-anak dan keluarga terus memberinya motivasi. Sundari mulai memantapkan niat tiga bulan kemudian. Operasi pertama pada Mei 2019 sukses. Payudara kiri berhasil diangkat namun kondisinya bukanya membaik justru menjadi lebih buruk.

 Benjolan di dada kiri justru muncul lagi. Pada Agustus 2020 Sundari menjalani operasi untuk kali kedua.


Operasi kali ini berlangsung di RS Semen Gresik. Oleh dokter, Sundari disarankan untuk menjalani kontrol rutin. Sejak saat itu Sundari rajin melakukan kemoterapi. 

Sundari menyatakan kerap merasa mual hingga ingin muntah setelah menjalani kemoterapi. Meski begitu, makanan apa pun tetap dipaksa agar bisa masuk ke perut. ’’Ingin sembuh,’’ paparnya.

Hartatik menambahkan, pada Oktober 2020 dokter menyarankan terapi sinar di RSUD dr Soetomo. Dalam sebulan, Sukarti menjalani 25 kali terapi sinar. ’’Setiap hari pergi pulang, tidak pernah capek. Justru yang mengantar yang kewalahan,’’ ungkapnya.

Hartatik mengatakan, Sundari memiliki kemauan yang sangat tinggi agar bisa sembuh. Meski tidak nafsu makan, dia terus memaksakan diri. Harapannya, penyakit yang bersarang di tubuhnya segera hilang. ’’Selalu ingat anak-cucu. Ingin bisa melihat semuanya sampai sukses kelak,’’ paparnya.

Rutin menjalani kemoterapi dan sinar kondisi sundari justru semakin memburuk belakangan di ketahui benjolan muncul di bagian payudara sebelah kananya juga di kelenjar getah bening nya,rupanya kankernya telah menyebar ke bagian yang lain, mengetahui kondisi seperti itu Hartatik putri sukarti menjadi bertambah bingung ia mencari saran dan solusi dari tetangga dan teman ke sana kemari setiap ia denganr ada pengobatan segera ia datangi demi menyembuhkan sang ibu tetapi hasilnya masih nol dan justru kondisi ibu nya semakin memburuk dan beranjak stadiumnya, Hartatik dan keluarga yg lain sudah hampir putus juga karna sudah kehabisan uang untuk mencari pengobatan.

Suatu hari kepala desa setempat yaitu Bambang pambudi menjenguk sundari,
megetahui kondisi sundari yang memburuk Bambang pambudi meminta izin kpd keluarga untuk membawa sundari berobat di Klinik Rumah Sehat Mandiri di Tuban, karena pernah ada keluarga Bambang juga yg mengidap kanker nasofaring berhasil sembuh di klinik tersebut.
 
Awalnya keluarga keberatan karena kurang yakin penyakit sundari tersebut bisa di sembuhkan atau tidak tetapi melihat semangat suakarti sangat tinggi ingin sembuh akhirnya keluarga menyetujuinya,

Singkat cerita 2 minggu setelah berobat di klinik rumah sehat mandiri dan sudah mnejalankan aturan dari dokter klinik tersebut kondisi kesehatan sundari semakin membaik dan mengalami banyak perkembangan.
Bambang pambudi selaku kepala desa tersebut berkujung lagi untuk menjenguk dan melihat kondisi sukarti dan betapa senangnya ketika keluarganya menyampaikan terima kasih dan menerangkan bahwa kondisi sundari sudah membaik sedikit demi sedikit sudah banyak perkembangan demikian pula sundari yang dengan semangat bilang " saya pasti sembuh " semangat nya untuk sembuh membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Singkat cerita sundari masih rutin kontrol di klinik tersebut dan setelah 2 bulan menjalani pengobatan di klinik rumah sehat mandiri tersebut sundari di nyatakan sembuh total kondisi sundari saat ini sudah kembali sedia kala seperti sebelum menderita penyakit kanker cuma tubuhnya saja yang terlihat menjadi lebih kurus karena efek kemoterapi dan radiasi.

 ANTON SAPUTRA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kemontokan Ariel Tatum Bukan Hasil Operasi Melainkan Menjalankan Thretmen Klinik RSM Tuban

Para Sellebgram Berburu Obat Pembesar Payudara Hingga Ke Tuban

 Jakarta -  para perempuan-perempuan cantik berpenampilan setengah bugil dan menonjolkan payudaranya berburu karir sebagai YouTuber dan sele...

SEMBUH DARI HIV AIDS KAMTO SEGERA LANGSUNGKAN PERNIKAHAN